Home News & Events Tolak Impor Garam Konsumsi
Tolak Impor Garam Konsumsi

Tolak Impor Garam Konsumsi

JAKARTA : Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad menolak rencana impor garam konsumsi yang akan dilakukan Kementerian Perdagangan. Selain menjatuhkan harga garam rakyat, impor garam juga bisa menjadikan ketergantungan yang berkepanjangan.

 

 

Menurut dia, produksi garam konsumsi secara nasional masih bisa mencapai swasembada. Untuk itu, rencana impor itu sebaiknya tidak menjadi pilihan pemerintah karena bisa menjadikan kondisi perekonomian para petani garam menjadi lesu. "Stok garam konsumsi secara nasional, saya yakini masih mencukupi hingga masa panen yang diperkirakan pada Agustus nanti. Jadi, mulai saat ini hapus pemikiran untuk melakukan impor dan dukung petani untuk meningkatkan produksi garam dalam negeri," kata Fadel kepada Suara Karya di Jakarta, Jumat (10/2).

 

Dia menegaskan, pihaknya segera berkunjung ke sentra produksi garam di Madura, Jawa Timur, untuk memastikan stok dan produksi garam. "Harus dibuktikan apa benar stok garam dan produksi garam nasional mengalami kendala sehingga Kementerian Perdagangan berencana melakukan impor," ujarnya.

 

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khairon. Menurutnya, kebijakan impor hendaknya menjadi pilihan terakhir pemerintah dalam memenuhi kebutuhan stok garam dalam negeri. Pembinaan petani garam, kebijakan yang memihak, serta stimulus dari pemerintah bisa memacu semangat mereka untuk terus meningkatkan produksi garam nasional.

 

Dia menegaskan, kualitas garam konsumsi nasional jauh lebih baik dibandingkan garam impor. Dengan demikian, pembinaan terhadap para petani garam menjadi hal yang wajib diberikan pemerintah agar produksi garam nasional terus mengalami peningkatan dari tahuh ke tahun.

 

Perbaikan harga dan bantuan modal, lanjut dia, juga menjadi persoalan penting dan menjadi kendala para petani selama ini. "Selain mendapatkan bantuan pemerintah melalui anggaran APBN, petani juga harus difasilitasi kemudahan agar mereka bisa meminjam dana dari bank dengan bunga lunak," ucapnya.

 

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C Sutardjo menegaskan, pihaknya tetap tidak merekomendasikan impor untuk memenuhi kebutuhan sampai musim panen garam tiba sekitar Agustus mendatang. "Garam konsumsi insya Allah tidak impor lagi," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif. Menurut dia, kebutuhan garam konsumsi tahun ini masih bisa dipenuhi dari produksi dalam negeri. "Kami canangkan tahun ini kebutuhan garam konsumsi swasembada," katanya.

 

Seperti diketahui, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Deddy Saleh mengatakan, berdasarkan hasil audit stok garam yang ada di petani, perusahaan swasta dan PT Garam pada awal 2012 tinggal 310.000 ton hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sampai Februari tahun ini. Dengan demikian, diperkirakan dibutuhkan 700.000 ton sampai 800.000 ton garam untuk memenuhi kebutuhan komsumsi. "Pemerintah akan membahas upaya pemenuhan kebutuhan garam konsumsi tersebut dalam rapat koordinasi antarkementerian," katanya.

 

Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, kebutuhan garam 2011 total 2,9 juta ton yang terdiri atas 1,1 juta ton garam konsumsi dan 1,8 juta ton garam industri, sedangkan menurut data Kementerian Perindustriaan, total kebutuhan garam 3,15 juta ton yang meliputi 1,38 juta ton garam konsumsi dan 1,77 juta ton garam industri.

 

Sumber : suarakarya-online.com